Breaking News
Loading...
Tuesday, December 25, 2012



Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Bahrul Hidayat mengatakan, tidak ada perbedaan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal ucapan Natal. Termasuk perkataan Menteri Agama Suryadharma Ali beberapa waktu lalu.

"Bukan (berseberangan), Pak Menteri menyampaikan penghormatan yang diberikan pemerintah untuk ikut merayakan. Pak menteri tidak mengatakan ucapan, bukan ucapan. Tapi Pak Menteri ingin menyampaikan dalam rangka kebersamaan berbangsa negara, presiden dan jajarannya bisa ikut merayakan, itu kan tradisi," Bahrul Hayat usai konferensi internasional tentang fatwa di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (25/12).

Menurutnya, pernyataan Suryadharma membolehkan mengucapkan selamat Natal, dalam konteks pembicaraan persetujuan dengan presiden dan jajarannya untuk ikut merayakan. Tetapi tidak ikut serta dalam ritual. Bagaimanpun juga hal ini sama sekali tidak bertentangan dengan fatwa MUI.


http://2.bp.blogspot.com/_Ie7Is34T9YM/TReXYI9UuNI/AAAAAAAAAcQ/aSCmX-h8FIM/s1600/feliz_natal.jpg 


"Tidak berseberangan (dengan MUI), yang paling krusial memang kita tak boleh masuk ritual keagamaan. Makanya saya luruskan bukan tentang ucapan, tetapi silakan mengikuti fatwa MUI tapi ada juga ulama yang pendapatnya lain. Pak Menteri ingin menyikapi presiden ikut merayakan bukan ikut ritual," lanjutnya lagi.

Sebelumnya, Di tengah berlangsungnya konferensi internasional tentang fatwa Tahun 2012 di Jakarta, Senin, Menteri Agama Suryadharma membolehkan seorang umat Islam menyampaikan ucapan selamat kepada kalangan umat Nasrani yang merayakan Natal.

Pernyataan Menag itu menjawab pertanyaan wartawan terkait dengan adanya fatwa MUI, yang disampaikan KH Maruf Amin. Bahwa menyampaikan ucapan selamat Natal kepada umat Nasrani yang sedang merayakan hari Natal, disebut sebagai perbuatan haram.

sumber | iniunic.blogspot.com | http://www.merdeka.com/peristiwa/soal-ucapan-natal-perkataan-menteri-agama-sejalan-dengan-mui.html

0 comments:

Post a Comment