Breaking News
Loading...
Wednesday, December 19, 2012


kale ini ane mau share tentang kegagalan 3 Perusahaan besar sesuai judul langsung aj deh
Quote:
Kegagalan ini 'uniknya' cukup banyak yang melanda para raksasa teknologi. Sebut saja, mulai dari Yahoo, Facebook, hingga Apple yang berlabel perusahaan paling mahal sejagat.

Spoilerfor 1:

Reach Generator Facebook [Facebook]


Quote:
Pada 1 Maret 2012, Facebook menggelar acara besar di New York, Amerika Serikat untuk menyambut layanan terbarunya, Reach Generator.

Tools ini awalnya digadang-gadang akan menjadi 'senjata' baru untuk menggaet para pengiklan. Sebab bisa membantu para pengiklan memaksimalkan kegiatan beriklan dan berbisnis di jejaring sosial populer ini.

Peluncuran Reach Generator juga dilakukan Facebook pada bulan Maret lalu juga sebagai langkah persiapan go public terbesar yang pernah dilakukan perusahaan internet tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Facebook juga mengungkapkan potensi iklan melalui perangkat mobile. Saat ini pengguna Facebook memiliki lebih dari 850 juta pengguna dan semakin banyak di antara mereka yang mengaksesnya melalui perangkat mobile seperti ponsel.

Intinya, dengan Reach Generator, Facebook mengklaim pengiklan dan pemilik brand bisa terhubung lebih dekat dengan fans dan menjangkau lebih banyak konsumen potensial di berbagai wilayah.

"Reach Generator menjamin Anda menjangkau 75 persen fans setiap bulan. Fans akan melihat pesan Anda sebagai sponsored story di sebelah kanan homepage atau di news feed pada desktop maupun mobile," umbar Facebook, kala itu.

Namun apa daya, 6 bulan setelah 'dilahirkan', Facebook terpaksa 'mematikan' kembali layanan tersebut. Alasannya, Reach Generator terlalu rumit!


Spoilerfor 2:

Rekrutan Pertama Tim Cook [Apple]


Quote:
Masa-masa awal kehadiran John Browett di Apple tentunya bak momentum bulan madu sepasang pengantin. Penuh perhatian dan kemesraan.

Namun sayangnya, masa-masa indah itu tak bertahan lama. Browett akhirnya didepak beberapa bulan berselang.

Ini tentu kabar yang mengejutkan. Terlebih, Browett merupakan salah satu rekruten pertama Tim Cook saat baru menjadi CEO Apple.

Browett datang dengan setumpuk harapan dari Dixon, perusahaan retail elektronik UK. Sebelumnya, ia dianggap berhasil menjalankan roda bisnis dan melakukan efisiensi kerja para karyawan Dixon, hingga akhirnya menjadi lebih untung.

Hanya saja, ternyata pengalaman indah tak berlaku serupa di Apple. Karir Browett di Apple hanya berumur beberapa bulan.


Spoilerfor 3:

Nexus Q Si Pesaing Apple TV [Google]


Quote:
Pada ajang Google I/O conference pertengahan 2012 lalu, selain Project Glass dan Tablet Nexus 7 inch, Google juga memamerkan Nexus Q.

Ini semacam perangkat media player yang akan memanjakan ruang keluarga, sekaligus untuk menyaingi Apple TV.

Nexus Q dirancang untuk memudahkan pengguna lebih mudah berbagi konten dan membuat hiburan di rumah yang bersifat lebih sosial. Perangkat ini sendiri dirancang untuk terkoneksi langsung dengan internet baik secara wireless maupun dengan konektor Ethernet, dan kontennya langsung dari cloud.

Bentuknya cukup unik, bulat dan berwarna hitam dengan berbagai konektor berderet di belakangnya. Bentuk perangkat ini hampir menyerupai bola bowling.

Nexus Q bisa digunakan untuk amplifier untuk memperkuat speaker, dikoneksikan ke TV yang HDMI-ready dan bisa dikontrol dengan perangkat Android yang menggunakan minimal Gingerbread.

Nexus Q mendukung Google Play Music, Google Play Movies dan TV, dan tentu saja YouTube. Perangkat berdiameter 4,6 inch dan berbasis Android Ice Cream Sandwich ini menggunakan prosesor OMAP 4460 dual-core ARM Cortex A9 CPU dengan graphic core SGX540, RAM 1GB dan penyimpanan memori flash 16GB.

Port yang disediakan terbilang lengkap, termasuk Micro HDMI, TOSLink optical audio, Ethernet, konektor speaker jack dan micro USB port tunggal. Nexus Q juga mendukung koneksi Bluetooth, Wi-Fi 802.11b/g/n dan near-field communications (NFC).

Namun ternyata, kisah manis Nexus Q tak seindah yang diharapkan. Google dengan mengejutkan menarik perangkat tersebut sebelum lebih jauh dijual ke konsumen.

Dari awal, sejumlah analis memang telah meragukan Nexus Q. Media player sosial pertama dari Google ini dinilai masih kalah jauh jika mau bersaing dengan Apple TV.

Apalagi, harganya pun terbilang mahal untuk perangkat media player, yakni USD 299 atau sekitar Rp 2,8 juta. Harga ini belum ditambah dengan USD 399 untuk speaker dan sepasang kabel tambahan seharga USD 49.


Spoilerfor 4:

Harga Kelewat Mahal Draw Something [Zynga]


Quote:
Draw Something merupakan salah satu game paling populer di perangkat mobile sepanjang tahun 2012. Ketenaran game ini bahkan sampai membuat Zynga kepincut, untuk kemudian 'meminang' OMGPOP si pembesut Draw Something dengan harga USD 183 juta.

Namun apa yang terjadi pasca aksi akuisisi itu ternyata di luar dugaan. Zynga belakangan justru mengakui bahwa mereka membayar kelewat mahal untuk membeli Draw Something.

Hingga akhirnya, Zynga memutuskan untuk menurunkan nilai perusahaan menjadi di antara USD 85 juta - USD 95 juta dalam beberapa bulan kemudian.

Wajar jika awalnya, raksasa game di jejaring sosial itu kepincut berat dengan Draw Something. Sebab, Draw Something yang dibuat OMGPOP, sukses di-download 30 juta kali hanya dalam waktu enam pekan setelah dirilis.

"Game ini langsung melejit dan menjelma bagaikan monster. Semua orang menyukainya dan kami pun ingin mendukungnya," kata CMO Zynga David Ko, kala itu.

Draw Something adalah permainan yang memungkinkan pemain menggambar di perangkat layar sentuh. Mereka juga bisa menebak hasil kreasi gambar yang dibuat pemain lain.

Tak hanya itu, game ini pun mendorong si pemain menantang teman Facebook dan Twitter untuk ikut bermain Draw Something. Di sini, mereka juga bisa mendapatkan lawan main secara acak dari teman Facebook atau Twitter.


Spoilerfor 5:

Error di Apple Maps [Apple]


Quote:
Ketika mendengar nama Apple pasti bak sudah menjadi jaminan mutu akan kualitas suatu produk.

Hanya saja, hal tersebut secara mengejutkan tak terjadi pada Apple Maps. Ya, seperti yang diketahui, peta digital Apple ini langsung mengundang kritik tak lama setelah dilepas ke publik.

Berbagai error seperti bikin nyasar dan tampilan yang 'penyok' melanda kantong keluhan Apple.

Hingga akhirnya, error di Apple Maps ini meminta korban dari eksekutif Apple.

Dia adalah Scott Forstall, yang sempat menjabat Senior Vice President iOS software di Apple. Konon, hengkangnya Forstall disebut-sebut karena ogah minta maaf soal errornya Apple Maps.

Seperti dilansir Wall Street Journal, bos iOS ini kabarnya menolak menandatangani surat permohonan maaf atas 'cacat' di Apple Maps. Pada akhirnya, penolakan ini berujung pada pengunduran dirinya.

"Keputusan hengkangnya Forstall datang setelah perdebatan yang kian meruncing di jajaran eksekutif Apple. Sudah lama, para eksekutif senior mengeluhkan sikapnya yang sering tidak kooperatif dan keras kepala," tulis Wall Street Journal.


Spoilerfor 6:

Saham Facebook Terjun Bebas [Facebook]

Quote:
Aksi Facebook melantai di bursa (Initial Public Offering/IPO) awalnya begitu dinanti banyak pihak. Bahkan, aksi IPO tersebut sempat digadang-gadang akan melonjakkan harga Facebook hingga USD 100 juta.

Singkat kata, Facebook benar-benar mencatatkan namanya di pasar bursa dengan harga pembukaan USD 38 per lembar saham. Harga yang cukup tinggi bagi perusahaan layanan internet.

Kekhawatiran analis terkait harga pembukaan saham yang kelewat tinggi (overprice) terbukti benar. Selanjutnya, harga saham Facebook melorot tak terbendung dalam waktu yang cukup lama.

Bahkan, kini harga per lembar saham situs jejaring sosial terbesar itu berada di kisaran USD 20.

Tentu saja banyak yang kecewa dengan performa Facebook di lantai bursa. Mereka yang sial lantaran rugi besar adalah yang memborong saham Facebook saat sahamnya masih berbanderol USD 38 per lembar.



Gelar Sarjana Palsu Sang CEO [Yahoo]

Quote:
Yahoo sejatinya sudah cukup membuat langkah mengejutkan saat memecat Carol Bartz dari kursi CEO. Terlebih Bartz mengaku dipecat Yahoo melalui sambungan telepon.

Setelah itu, Yahoo merekrut Scott Thompson yang merupakan mantan bos paypai, dengan harapan dapat kembali menerbangkan Yahoo ke puncak bisnis internet dunia.

Di awal kehadirannya, Thompson terlihat begitu agresif untuk memperbaiki Yahoo. Berbagai strategi pun ia lancarkan, namun beberapa di antaranya tidak populis. Seperti efisiensi struktur organisasi yang berujung pada aksi PHK karyawan Yahoo.

Kisah sensasional tak berhenti sampai di situ. Sampai akhirnya, Thompson dilanda isu pemalsuan gelar sarjana. Awalnya, kabar ini cuma dianggap angin lalu.

Namun lama-lama, isu gelar sarjana palsu sang CEO seakan menjadi nyata. Terlebih, Thompson tak melontarkan bantahannya. Sampai akhirnya di dilaporkan mengundurkan sebagai CEO Yahoo.

Dan sekali lagi, untuk waktu yang tidak terlalu lama, Yahoo berlayar tanpa nakhoda.

Hingga akhirnya, ditunjuklah si cantik Marissa Mayer sebagai CEO Yahoo berikutnya. Mayer sendiri adalah mantan petinggi Google yang kini menjadi harapan Yahoo untuk kembali meraksasa.


Sekian dlo deh thread ane.. diharapkan no junk & dan baca doang.. tpi comentny dong gan..

sumber | iniunic.blogspot.com | http://www.kaskus.co.id/thread/50cfdbbde374b41c28000045

0 comments:

Post a Comment