Breaking News
Loading...
Thursday, December 20, 2012



Tak ada yang serepot Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) akhir-akhir ini. Dibanjiri panggilan telepon dan surat elektronik. Semua menanyakan hal sama: apakah klaim kiamat Maya, 21 Desember 2012 benar atau hanya kabar bohong.

Juru bicara NASA, Dwayne Brown mengatakan, rata-rata pihaknya menerima 90 panggilan telepon atau email seminggu. Namun jumlah itu meroket beberapa minggu belakangan. Antara 200 hingga 300 orang per hari. "Siapa yang pertama kali Anda hubungi untuk tahu kebenaran soal isu kiamat," kata Brown, seperti dimuat Canberra Times (20/11/2012). "Tentu saja NASA."

Pertanyaan yang diajukan berkisar soal mitos penyebab tamatnya kehidupan: apakah planet "liar" akan menabrak Bumi? Benarkah Matahari akan meledak? Akankan kegelapan akan melanda dunia selama tiga hari?

Hingga hal-hal yang mengerikan. Sejumlah orang mengaku "sangat terpengaruh" hingga menyakiti diri sendiri. Yang terparah, berniat bunuh diri. 


http://4.bp.blogspot.com/-ezHuCWTX2EM/UL1LWJkQO3I/AAAAAAAAEqc/0f7i8o5yJaU/s1600/kiamat-maya121129b.jpg

"Jadi NASA memutuskan untuk melakukan apapun, sekuat mungkin untuk mengungkap fakta sebenarnya," kata Brown.

Salah satu usaha adalah dengan mewawancarai ilmuwan terkemuka, mengunggahnya di situs NASA. Brown mengatakan, video wawancara itu telah dilihat lebih dari 4,6 juta kali.

NASA juga mengunggah video berjudul, "Mengapa Dunia Tak Berakhir Kemarin". Meski video itu bertanggal 22 Desember 2012, Brown mengatakan, klip empat menit itu sengaja di tayangkan minggu lalu. Untuk meredam kepanikan "kiamat".

"Kami sedang melakukan semua yang kami bisa, agar dunia tahu, NASA dan ilmu pengetahuan bicara fakta: 21 Desember akan menjadi hari biasa."

Fakta Vs Hoax

Di tengah riuh soal kiamat, muncul sosok David Morrison. Ilmuwan di garis depan NASA yang paling membantah soal kiamat. Lewat situsnya ia menjawab pertanyaan dari orang-orang di seluruh dunia, tanpa lelah memberikan pidato, dan bicara pada media.

Para koleganya berpikir, ia buang-buang waktu. Tapi, Morrison tetap yakin dan berharap, akal sehat dan fakta akhirnya akan muncul sebagai pemenang, mengalahkan segala kebohongan yang beredar di internet. Belakangan, kerja kerasnya diapresiasi sebagai perbuatan heroik. Mengembalikan kewarasan manusia.

"Aku menerima pertanyaan soal kiamat empat tahun lalu. Dan berpikir, 'apa-apaan ini!'," kata dia seperti dimuat Daily Life. "Awalnya aku merasa membuat kekeliruan dengan menjawabnya, tapi kemudian datang 2.000 email tentang hal yang sama. Pekan lalu saja aku dapat 200," kata dia."

Lima hari dalam seminggu, Morrison dengan kalem menjawab kepanikan orang-orang yang takut kiamat akan datang, menjelaskan dengan logis apa yang sebenarnyaa terjadi, dalam laman yang dia asuh "Ask an astrobiologis" di situs NASA. 


http://tentangdigital.files.wordpress.com/2009/11/2012_wallpaper_2_800-1.jpg

Salah satu rumor paling santer adalah soal keberadaan planet misterius, Nibiru. Konon, ia bersembunyi di balik Matahari, siap menghantam Bumi. "Itu mustahil," tegas Morrison. "Bumi berputar mengelilingi Matahari. Kita melihat setiap sisi dari Sang Surya," kata dia.

Morrison menambahkan, jika benar ada planet yang siap menabrak Bumi dalam hitungan hari, pastinya kita akan melihatnya. "Seperti halnya Bulan di langit," kata dia.

Bagaimana dengan komet atau asteroid kamikaze yang siap menerjang planet manusia?

Kata Morrison, ada lebih dari 100.000 astronom di dunia, baik profesional maupun para amatir, yang rajin memindai langit. Kalaupun ada batu angkasa besar yang bisa memberi efek dahsyat pada Bumi, pastinya ia sudah diketahui keberadaannya sejak lama.

Lantas, badai matahari? "Itu satu-satunya yang masuk akal," kata Morrison. Tapi, tetap tak bahaya. "Kita tahu puncak aktivitas matahari memiliki siklus 11 tahun sekali. Puncaknya akhir musim semi tahun depan. Akan ada lidah api, tapi tak akan menyakiti kita. Apalagi siklus tahun ini lebih lemah dari yang lalu," kata dia.

Meski hanya kabar burung, Morrison mengatakan, rumor kiamat Maya bisa mengakibatkan hal serius. "Ada seorang anak berusia 11 tahun mengirim surat padaku. Ia mengaku tak bisa tidur, tak bisa makan," kata dia. "Ada sejumlah bocah yang mengaku mempertimbangkan untuk bunuh diri. Seorang ibu yang berniat membunuh anak-anaknya sebelum dunia benar-benar berakhir."

Jadi, apakah Anda masih khawatir? (Ein)

sumber | iniunic.blogspot.com | http://science.lintas.me/go/news.liputan6.com/nasa-dunia-belum-berakhir-kiamat-maya-hoax/

0 comments:

Post a Comment