Breaking News
Loading...
Wednesday, December 19, 2012




Kapolrestabes Bandung Komisaris Besar Polisi Abdul Rakhman Baso menginstruksikan kepada jajarannya untuk tembak di tempat bagi berandalan bermotor yang melakukan aksi kriminalitas dibarengi dengan kekerasan.

"Tidak ada ampun bagi mereka (berandalan bermotor). Apalagi sudah memakai senjata dan tidak tanggung-tanggung melukai bahkan membunuh korbannya, sehingga kita lawan pake senjata juga," jelas Abdul dengan didampingi Kasubag Humas Kompol Rosdiana, saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Senin 17 Desember 2012.

Diapun menginstruksikan kepada jajarannya agar tidak pandang bulu terhadap berandalan bermotor meskipun di bawah umur ataupun wanita. "Kalau mereka (dibawah umur dan wanita) membawa senjata dan melakukan tindakan brutal, ya kita lawan juga dengan senjata tanpa pandang bulu, masa senjata mau dilawan pakai tongkat," tegasnya.

Disinggung antisipasi yang dilakukan pihak Polrestabes Bandung guna meminimalisir berandalan bermotor, Abdul mengucapkan telah menempatkan petugas di beberapa titik rawan akan aksi berandalan bermotor. "Seperti yang dikatakan sebelumnya, kita sudah menempatkan personel dengan mengendarai sepeda motor dan dibekali senjata api laras pendek dan panjang untuk memberantas berandalan bermotor," kata dia.

Cacat Permanen

Sementara EA, korban berandalan bermotor di Jalan Katamso Minggu dinihari lalu, terancam cacat permanen dengan luka parah di bagian rahang kiri serta kaki kanan akibat luka bacokan yang dialaminya. "Dari keterangan dokter, luka parah yang dialami adik saya (EA) terutama pada bagian rahangnya, karena terancam cacat permanen," kata Andrian (39) yang merupakan kakak korban saat ditemui di RS Santo Yusuf Bandung, Jalan Cikutra.

Luka parah di rahang AE akibat kunci Inggris yang dihantamkan berandalan motor tersebut. Padahal AE saat itu menggunakan helm full face. "Dengan helm seperti itu luka yang dialami parah, kebayang brutalnya kayak gimana," kata dia.

Selain itu Andri menjelaskan yang menjadi kekhawatiran pihak keluarga adalah akibat luka bisa mengakibatkan terganggunya EA dalam menjalani pekerjaannya. Saat ini AE hanya bisa makan melalui sedotan, bicara pun masih sulit. "Rencananya akan dilakukan operasi dan pemasangan gips pada rahang," kata dia. Sementara luka bacok di kaki harus dioperasi, tidak bisa dijahit.


sumber | iniunic.blogspot.com | http://www.kaskus.co.id/thread/50cf01f6611243fd1f00003f

0 comments:

Post a Comment