Breaking News
Loading...
Wednesday, December 19, 2012


Sebagai Putri Kota Samarinda yang ane cintai, ane mao ngeshare berita kepunahan hewan langka yang ada di kota ane
Spoilerfor Pesut:

Spoilerfor Apa Itu Pesut :
Pesut mahakam (Latin:Orcaella brevirostris) adalah sejenis hewan mamalia yang sering disebut lumba-lumba air tawar yang hampir punah karena berdasarkan data tahun 2007, populasi hewan tinggal 50 ekor saja dan menempati urutan tertinggi satwa Indonesia yang terancam punah. Secara taksonomi, pesut mahakam adalah subspesies dari pesut (Irrawaddy dolphin).
Tidak seperti mamalia air lain yakni lumba-lumba dan ikan paus yang hidup di laut, pesut mahakam hidup di sungai-sungai daerah tropis. Populasi satwa langka yang dilindungi undang-undang ini hanya terdapat pada tiga lokasi di dunia yakni Sungai Mahakam, Sungai Mekong, dan Sungai Irawady. Namun, diberitakan bahwa pesut di Mekong dan Sungai Irrawaddy sudah punah.
Pesut ini ditemukan di banyak muara-muara sungai di Kalimantan, tetapi sekarang pesut menjadi satwa langka. Selain di Sungai Mahakam, pesut ditemukan pula ratusan kilometer dari lautan, yakni di wilayah Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Habitat hewan pemangsa ikan dan udang air tawar ini dapat dijumpai pula di perairan Danau Jempang (15.000 ha), Danau Semayang (13.000 ha), dan Danau Melintang (11.000 ha).
Pesut mempunyai kepala berbentuk bulat (seperti umbi) dengan kedua matanya yang kecil (mungkin merupakan adaptasi terhadap air yang berlumpur). Tubuh pesut berwarna abu-abu sampai wulung tua, lebih pucat dibagian bawah - tidak ada pola khas. Sirip punggung kecil dan membundar di belakang pertengahan punggung. Dahi tinggi dan membundar; tidak ada paruh. Sirip dada lebar membundar.
Pesut bergerak dalam kawanan kecil. Walaupun pandangannya tidak begitu tajam dan kenyataan bahwa pesut hidup dalam air yang mengandung lumpur, namun pesut merupakan 'pakar' dalam mendeteksi dan menghindari rintangan-rintangan. Barangkali mereka menggunakan ultrasonik untuk melakukan lokasi gema seperti yang dilakukan oleh kerabatnya di laut. Populasi hewan ini terus menyusut akibat habitatnya terganggu, terutama makin sibuknya lalu-lintas perairan Sungai Mahakam, serta tingginya tingkat erosi dan pendangkalan sungai akibat pengelolaan hutan di sekitarnya. Kelestarian Pesut Mahakam juga diperkirakan terancam akibat terbatasnya bahan makanan berupa udang dan ikan, karena harus bersaing dengan para nelayan di sepanjang Sungai Mahakam
.


Quote:Sungai mahakam adalah tempat ikan ini berada. Terdapat Legenda mengenai ikan ini. Menurut penduduk sekitar sungai tersebut Pesut bukanlah sembarang ikan tetapi adalah jelmaan manusia.


Jumlah populasi Pesut Mahakam saat ini diperkirakan tidak lebih dari 50 ekor, bahkan menurut data CITES, jumlahnya tinggal sekitar 34 ekor saja. Di dunia internasional, hewan mamalia air tawar ini termasuk dalam daftar CITES yang digolongkan ke dalam Lampiran 1 atau terancam punah.Padahal pada sekitar tahun 1970 populasi Pesut masih ada antara 100-150 ekor yang berlokasi di Danau Melintang, Danau Semayang, Sungai Pela, dan sebagian Sungai Mahakam.Dengan kondisi yang berkurang 30 persen dalam tempo 25 tahun, keberadaan spesies Pesut Mahakam dikhawatirkan mengarah kepada kepunahan.Namun populasi Pesut menurun tidak hanya di Sungai Mahakam. Keberadaan Pesut di dunia juga mengalami tren menurun akibat memburuknya kualitas lingkungan perairan yang terkait dengan pasokan sumber makanan.Menurut Badan Litbang Kelautan dan Perikanan, diperlukan strategi perlindungan yang terkait dengan biologi dari Pesut. Salah satunya adalah dengan memperbaiki tempat-tempat yang menjadi sumber makanannya--mengingat 80 persen dari aktivitas hidup Pesut adalah untuk mencari makanan.

Spoilerfor pic:

Eksistensi pesut mahakam (Orcaella brevirostris), mamalia air tawar endemik Kalimantan Timur, mendapat ancaman tambahan dari pembukaan lahan perkebunan sawit. Polutan dari kebun-kebun sawit mengakibatkan air tercemar, dan ikan yang menjadi makanan pesut semakin berkurang.

Peneliti pesut mahakam dari Universitas Amsterdam, Belanda yang bekerja sama dengan Yayasan Konservasi untuk Spesies Air Tawar Langka Indonesia (RASI) Danielle Kreb menyatakan, jumlah populasi pesut mahakam di pesisir Kalimantan Timur pada tahun 2010 diperkirakan sekitar 90 ekor. Namun, kondisi populasinya ini kian memprihatinkan.
"Habitat hidup pesut terkonsentrasi pada aliran sungai yang dalam, padahal daerah tersebut merupakan daerah penangkapan ikan, sehingga lalu lintas angkutan sungai pun semakin ramai. Akibatnya, banyak pesut yang terjerat jaring nelayan atau tertabrak kapal speedboat," kata Kreb pada lokakarya Pelestarian Pesut Borneo, di Jakarta (20/3).
Spoilerfor Unyu:

Menurut WWF
Selain itu bahan-bahan kimia dari perusahaan penambangan emas, juga sangat meracuni ikan. Ditambah lagi sekarang, ujarnya, pupuk serta herbisida dari perkebunan sawit yang memanfaatkan area di tepi sungai ikut mengontaminasi aliran air dan menyebabkan ikan mati.
Gangguan lain bagi pesut adalah aktivitas tambang batu bara. "Pengangkutan batu bara dengan kapal ponton menganggu indera pesut. Pesut yang mencari dan menangkap ikan dengan mengandalkan sonar (echolocation) jika telinganya rusak, mereka tidak dapat menemukan makanan."

Quote:Seumur hidup selama ane tinggal di Samarinda. Ane belum pernah liat langsung hewan ini. Keberadaan hewan ini cukup jauh. Dan banyak yang mengatakan orang yang melihat ikan ini, HOKI banget. Susah untuk melihat ikan pesut ini berenang di sungai Mahakam. Ntah dimana keberadaannya dimana!


sumber | iniunic.blogspot.com | http://www.kaskus.co.id/thread/50cffa6b0c75b45875000003

0 comments:

Post a Comment