Breaking News
Loading...
Saturday, December 29, 2012

Media AS soroti kematian Ayu dan syuting sinetron di ICU (death by soap opera?)


source pic: http://www.globalpost.com/dispatches...ath-soap-opera

Media AS soroti kematian Ayu dan syuting sinetron di ICU
Jumat, 28 Desember 2012 11:19:38

Berita meninggalnya pasien leukemia, Ayu Tria Desiani (9) bersamaan dengan syuting sinetron 'Love in Paris' di ruang ICU RS Harapan Kita, Kamis (27/12), ternyata mendapat perhatian media asing. Global Post, salah satu media di Amerika Serikat, ikut memuat berita tersebut di halaman utamanya dengan judul, Indonesia: Death by soap opera?

Media tersebut bahkan menulis kegilaan masyarakat Indonesia dalam menonton sinetron memiliki peran dalam kematian Ayu. Global Post juga menulis orang tua Ayu menyalahkan pembuat sinetron karena memiliki peran atas meninggalnya Ayu. Tak hanya itu, Global Post juga menulis soal alur cerita sinetron 'Love in Paris'. Berita di Global Post ini dikutip beberapa media asing lainnya. "Sinetron itu dibintangi oleh aktris muda Michelle Zudith. Dia berperan sebagai penderita leukemia dan diperkirakan akan meninggal sebelum umur 20 tahun," tulis Global Post.

Ayu Tria Desiani merupakan bocah 9 tahun yang menderita leukemia dalam kehidupan nyata. Global Post menulis, Ayu mengalami pecah pembuluh darah dan dilarikan ke sebuah ruang ICU, Rabu (26/12). Namun, ruang ICU ternyata dipenuhi kru sinetron dan Ayu tak dapat bertahan. Menurut media tersebut, keluarga Ayu merasa terganggu terhadap pembuatan sinetron tersebut, karena ruangan menjadi tidak steril dan ramai kru yang berlalu lalang. Global Post juga memuat bantahan dari pihak RS Harapan Kita soal pengobatan yang memadai telah diberikan kepada Ayu.

Bahkan, pernyataan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi juga dimuat. Nafsiah menegaskan ruang ICU tidak pernah dilegalkan sebagai lokasi syuting. Global Post menulis, keluarga Ayu harus membuktikan soal kaitan kematian Ayu dengan pembuatan sinetron 'Love in Paris' itu. Meski begitu, peristiwa tersebut telah menjadi mimpi buruk bagi pihak RS dan dunia sinetron di Indonesia.
http://www.merdeka.com/peristiwa/med...on-di-icu.html

BERBAGAI MEDIA DUNIA LAINNYA JUGA RAMAI-RAMAI MENYOROTI KASUS INI

KPAI: Ayu meninggal, RS Harapan Kita langgar UU anak
Reporter : Eko PrasetyaJumat, 28 Desember 2012 15:27:53


Ruang tunggu RS Harapan Kita.

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Iswandi Moubar mengatakan, kasus meninggalnya Ayu Tria Desiani (9) di ruang ICU Rumah Sakit Harapan Kita bersamaan dengan syuting sinetron 'Love in Paris', telah melanggar UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. "Ini jelas melanggar UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, pasal 32 UU 36/2007 tentang kesehatan dan 53 ayat 1 UU kesehatan," katanya di kantor KPAI, Jakarta, Jumat (28/12). Menurutnya, syuting sinetron itu merupakan penyebab tidak langsung meninggalnya Ayu. Sebab, terjadi kelambatan penanganan terhadap Ayu akibat adanya syuting di dekat ruangan Ayu dirawat. "Ini kelalaian," tegasnya.

Dia mengatakan, rumah produksi sinetron 'Love in Paris' harusnya menggunakan ruangan lain yang memiliki kadar risiko rendah terhadap pasien. "Apalagi keluarga saja pakai pakaian khusus (masuk ruangan ICU), ini kru film tidak," katanya. Karena itu, dia menilai RS Harapan Kita merupakan pihak yang harus bertanggung jawab atas kejadian itu, karena telah memberikan tempat kepada pihak rumah produksi untuk syuting di ruang ICU. "Kami sudah berusaha menghubungi keluarga, namun mereka dalam beban psikologis," katanya. "Kami juga sudah melayangkan surat protes ke RS dan Kemenkes tembusan kepada presiden," lanjutnya.
http://www.merdeka.com/peristiwa/kpa...r-uu-anak.html

Kemenkes: Tak ada hubungan kematian Ayu dan syuting di ICU
Jumat, 28 Desember 2012 15:44:04


RS Harapan Kita.

Kementerian Kesehatan menegaskan tidak ada hubungan langsung antara kasus syuting sinetron di lingkungan ruangan ICU dengan kematian Ayu Tria (9), pasien Leukemia yang saat itu juga dalam masa kritis. Menurut pihak pemerintah, selama kegiatan syuting itu tidak mengganggu maka sah-sah saja. "Sebenarnya syuting tidak dilarang di rumah sakit, asalkan tidak mengganggu pelayanan dan kenyamanan rumah sakit. Tidak ada hubungan antara kematian si A dengan syuting," kata Direktur Bina Upaya Kesehatan Rujukan Kemenkes RI, Chairul Radjab Nasution, dalam jumpa pers di Gedung Kemenkes, Jumat (28/12).

Dalam jumpa pers ini hadir pula Dirut RSAB Harapan Kita, Achmad Soebarjo Tancarino. Selama ini memang tidak ada aturan yang menegaskan boleh tidaknya areal rumah sakit dijadikan lahan komersil seperti lokasi syuting. Meski demikian, pihak rumah sakit harusnya mengerti bahwa kegiatan itu bisa berdampak menimbulkan ketidaknyamanan pasien. "Memang keberadaan syuting itu yang ditempatkan di ICU dapat menimbulkan ketidaknyamanan apalagi memang daerah ICU itu adalah daerah terbatas," jelasnya.

Belajar dari kasus ini, Kemenkes segera membuat aturan tegas yang melarang ada kegiatan syuting di lingkungan rumah sakit. "Ini pelajaran buat kita semua untuk perbaiki. Ke depan nanti akan ada peraturan yang akan disesuaikan agar tidak menggangu pelayanan," janji Chairul. Dalam kesempatan yang sama, dia menegaskan pihak rumah sakit sudah memberikan pelayanan terbaik untuk pasien Ayu Tria. Hal itu terungkap dari hasil investigasi yang dilakukan tim bentukan Kemenkes dan pakar hukum. "Kami tim dari kemenkes, melakukan investigasi ke rumah sakit. Kami menelusuri seluruh proses pelayanan dari pasien pertama masuk sampai di ICU, putri dari Bapak Kurnianto saat itu memang dalam kondisi tidak stabil, sesuai SOP sudah dilakukan penanganan di emergency, dan dilakukan stabilisasi yang memerlukan waktu dua jam lebih, setelah pasien stabil ditempatkan di ICU, di ICU pasien dilakukan penanganan yang maksimal jadi tim dokter sudah melakukan penanganan sesuai SOP," jelasnya.
http://www.merdeka.com/peristiwa/kem...ng-di-icu.html

--------------------------

Kepentingan bisnis terkadang menghilangkan semua kepatutan dari pihak RS sendiri. Shooting film atau sinetron di RS, otomatis akan menaikkan pamor RS ybs, semacam iklan terselubung. Pemuatan keadaan di RS itu dalam sebuah film atau sinetron tivi, otomatis akan menambah pasien (terutama dari kalangan atas). Itu mirip saja seperti kasus kelahirannya cucu SBY minggu lalu di sebuah RS di Jakarta sini. Liputan yang luas oleh media dipastikan akan menyebabkan RS swasta itu menjadi terkenal. Bisa dipastikan setelah ini, semua orang berduit di Jakarta dan di daerah, akan berbondong-bondong untuk melahirkan anaknya atau cucunya pula di RS itu. Dan bisa dipastikan, ruangan dimana anaknya Ibas itu lahir, tarifnya pasti paling mahal!




sumber | iniunic.blogspot.com | http://www.kaskus.co.id/thread/50dd5fbd0975b4d26b000017

0 comments:

Post a Comment