Breaking News
Loading...
Thursday, December 27, 2012






Quote:Quote:
Banyak orang yang nggak tau bahwa Bung Karno adalah salah satu Presiden yang amat mengerti tata ruang kota dan tata ruang wilayah geopolitik, dia sendiri sudah mendesain seluruh wilayah Indonesia dengan bagian-bagian pembangunannya, hal ini menjadi satu bagian dari dokumen Deklarasi Ekonomi Djuanda 1960.




Quote:Quote:Kebanyakan dari orang-orang Sukarno hanyalah seorang arsitek yang gemar mendesain patung, hasil karyanya untuk rumah hanyalah beberapa rumah di Bandung yang ia gambar saat ia berkolaborasi dengan Insinyur Rooseno, atau ketika ia baru lulus kuliah THS (skg ITB) membuat jembatan-jembatan kecil. Bahkan secara sarkastis, mahasiswa-mahasiswa anti Sukarno di tahun 1965 meledek Bung Karno sebagai "Orang Tua Pikun, Patung kok dikira celana" samberan ini meledek soal pidato Sukarno, bahwa Patung itu seperti celana, sebagai sebuah kehormatan bangsa.

Quote:Quote:Padahal Sukarno adalah pemikir besar, ia mendesain bukan saja patung-patung yang banyak meniru model Eropa Timur, ia mendesain kota-kota besar masa depan Indonesia. Di tahun 1958 setelah pengusiran warga Belanda dan pengambilalihan modal-modal Belanda sebagai bagian pernyataan siap perang Indonesia dengan merobek-robek perjanjian KMB, Sukarno sebenarnya sudah merancang Djakarta menjadi kota tempur.



Quote:Quote:Seperti kota Singapura di mana seluruh bujur jalannya lurus-lurus dan lebar sekali, sebenarnya itu disiapkan untuk menjadi markas atas penguasaan wilayah Asia Tenggara. Bagi Bung Karno stabilitas Asia Tenggara adalah segala-galanya untuk melepaskan Indonesia dari politik ketergantungan modal dan politik invasi wilayah-wilayah produk ~apa yang ditakutkan Sukarno pernah diucapkan pada Djuanda "Amerika sekarang tak lebih dengan Belanda, mereka tak berminat terhadap kesatuan wilayah, mereka hanya berminat wilayah-wilayah kaya modal, wilayah produktie, inilah yang menyamakan mereka dengan Belanda di tahun 1947 dimana agresi militer mereka dinamakan dengan sandi "Operatie Produkt"



Quote:Quote:Wilayah-wilayah yang jadi prioritas Sukarno setelah siap perang dengan Belanda adalah Irian Barat, merebut Irian Barat dan menjadi satu bagian NKRI adalah satu syarat agar bangsa ini menjadi paling kuat di Asia. Selain Irian Barat yang menjadi perhatian penting Bung Karno adalah Kalimantan. Awalnya Semaun yang membawa saran tentang perpindahan ibukota, -Semaun adalah konseptor besar atas tatanan ruang kota-kota satelit Sovjet Uni di wilayah Asia Tengah - dan ini kemudian disambut antusias oleh Bung Karno, selama 1 tahun penuh Bung Karno mempelajari soal Kalimantan ini, ia berkesimpulan "masa depan dunia adalah pangan, sumber minyak dan air. Pertahanan militer bertumpu pada kekuatan Angkatan Udara"




Quote:Quote:Bung Karno membagi dua kekuatan itu besar pertahanan nasional dalam dua garis besar : Pertahanan Laut di Indonesia Timur dengan Biak menjadi pusat armada-nya (ini sesuai dengan garis geopolitik Douglas MacArthur) dan Pertahanan Udara di Kalimantan. Lalu Bung Karno mencari kota yang tepat untuk menjadi 'Pusat Kalimantan'

Quote:Quote:Lalu pada satu malam di hadapan beberapa orang Bung Karno dengan intuisinya mengambil mangkok putih di depan peta besar Kalimantan, ia menaruh mangkok itu ke tengah-tengah peta, kemudian Sukarno berkata dengan mata tajam ke arah yang mendengarnya "Itu Ibukota RI" Bung Karno menunjuk satu peta di tepi sungai Kahayan. Lalu Bung Karno ke tepi Sungai Kahayan dan melihat sebuah pasar yang bernama Pasar Pahandut, dari Pasar inilah Bung Karno mengatakan "Ibukota RI dimulai dari sini" ini sama persis dengan ucapan Daendels di depan Asisten Bupati Sumedang saat membangun jalan darat Pos Selatan untuk gudang arsenal Hindia-Perancis, ketika itu ia menunjuk satu tempat yang kita kenal sekarang sebagai Bandung "Bandung jadi titik nol wilayah pertahanan Jawa"



Quote:Quote:Lalu Bung Karno menyusun dasar-dasar kota administrasi provinsi dengan dibantu eks Gubernur Jawa Timur RTA Milono, pada saat penyusunan birokrasi itu Bung Karno sedang menyiapkan cetak biru besar tentang rancangan tata ruang negara dari Sabang Sampai merauke. Antara Pulau Sumatera-Jawa dan Bali akan dibangun terowongan bawah tanah, karena rawan gempa Bung Karno meningkatkan armada pelabuhan antar pulau dipesan kapalnya dari Polandia. Tapi rencana membuat channel seperti di selat Inggris tetap diprioritaskan bahkan menjelang kejatuhannya di tahun 1966 ia bercerita tentang channel bawah tanah yang menghubungkan Pulau Sumatera-Jawa dan Bali



Quote:Quote:Pusat pelabuhan dagang bukan diletakkan di Jawa, tapi disepanjang pesisir Sumatera Utara- Kalimantan-Sulawesi, Sukarno mempersiapkan rangkaian pelabuhan yang ia sebut sebagai "Zona Tapal Kuda". Wilayah Jawa dan Bali dijadikan pusat lumbung pangan.

Quote:Quote:Kota-kota baru dibangun, pilot project-nya adalah Palangkaraya dan Sampit, setelah itu Djakarta juga dibangun untuk display ruang atau model kota modern, Jakarta tetap dijadikan pusat kota jasa Internasional sementara Palangkaraya menjadi pusat pemerintahan dan pertahanam militer udara, Biak di Irian Barat jadi pertahanan militer laut dan Bandung jadi Pusat Pertahanan militer darat.



Quote:Quote:*lihatgambardiatas Seluruh jalan Palangkaraya dibuat lurus-lurus dan menuju satu bunderan besar, bila perang dengan Inggris beneran terjadi maka jalan-jalan itu diperlebar sampai empat belas jalur untuk pendaratan pesawat Mig21 yang diborong dari Sovjet Uni. Rencana tata kota sampai dengan tahun 1975. Rafinerij atau tambang-tambang minyak milik asing akan diambil alih dan diberikan pada serikat-serikat buruh penguasaan saham diatasnamakan negara dan uangnya untuk pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan umum. Pangdam Kaltim di pertengahan tahun 1960-an Brigjen Hario Ketjik adalah salah satu fanatik Sukarnois yang menerapkan rencana ini di Kalimantan Timur.


#foto bundaran besar Palangkaraya

Quote:Quote:Pembangunan tata ruang kota Palangkaraya diatur amat teliti, sampai sekarang tata ruang kota Palangkaraya paling rapi di Indonesia. Visi Sukarno, di tahun 1975 Indonesia akan jadi bangsa terkuat di Asia dan menjadi salah satu negara adikuasa dunia dalam konteks the big five : Amerika Serikat, Inggris, Sovjet Uni dan Jepang.Jepang dan Cina menurut Sukarno masih bisa dibawah Indonesia. Dan Indonesia jadi negara terkuat di Asia memimpin tiga zona wilayah. (Asia Tenggara, Asia Selatan dan Asia Timur)



Quote:Quote:Setelah Bung Karno kalah duluan sama Suharto dalam penguasaan keadaan saat Gestapu 1965, Bung Karno diinternir, Suharto amat takut dengan bentuk persebaran kekuatan wilayah, ia bertindak seperti Amangkurat I yang paranoid terhadap kekuatan pesisir, ia tarik seluruh kekuatan modal dan manusia ke satu pusat yaitu : Jawa




Quote:Quote:Padahal Jawa disiapkan Sukarno sebagai pulau yang khusus lumbung pangan dan pariwisata, pulau peristirahatan, sekarang Jawa adalah pusat segala-galanya, menjadi pulau paling padat sedunia dan tidak memiliki kenyamanan sebagai sebuah 'surga khatulistiwa' sementara Kalimantan dibiarkan kosong melompong

Quote:Quote:Andai saja akademisi kita tidak ikut-ikutan mengotori dirinya seperti comberan mulut politikus, ada baiknya menggali "rencana-rencana Sukarno" ini ketimbang mengomentari dan mengamati 'Para Maling main politik'.



sumber | iniunic.blogspot.com | http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000014270191/andaikan-indonesia-melakukan-rencana-dari-soekarno-inipart2/

56 comments:

  1. Woww...hanya itu yang bisa terucap dari saya, bangsa kita memang sakit parah, entah siapa nanti yang akan bisa menyembuhkannya :(

    ReplyDelete
  2. indonesia punya banyak murid suharto, hancurlah negeri ini

    ReplyDelete
  3. Seandainya bapak negara kita masih hidup..........

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Itulah sulitnya menjadi seorang pemimpin.. musti berfikir jauh kedepan kalo kata orang visioner, selain visioner juga musti mengerti kebenaran yang sebenar2nya dari sejarah pendirian negara ini, karena sistem troubleshoot itu musti dikembalikan ke awal terlebih dahulu sebagai titik nol dan memulai kembali sesuai denga alurnya...

    nagh ada ga calon pemimpin yg tau sejarah dan visioner... kalo itu sudah ada, tinggal amanah dan kona'ah tidak beliau..... selamat mencari....

    ReplyDelete
  6. Memang terkadang sejarah tidak bisa terwujud seperti apa yang diharapkan, semuanya sudah terjadi dan untuk saat ini kita sebagai generasi muda memegang tanggung jawab melanjutkan. Tinggal tentukan mau melanjutkan ke arah yang positif atau negatif. Bangun atau hancurkan Ibu Pertiwi ini...

    ReplyDelete
  7. berawal dari perbaiki kualitas diri sendiri, sepertinya dapat merubah semua keslahan tersebut sehingga benar- benar dpat mewujudkan cita-cita bangsa ini. (o)

    ReplyDelete
  8. In shaa Allah kelak suatu saat nanti ada "Soekarno" berikutnya.... :)

    ReplyDelete
  9. Never Underestimate The Power of Stupid People in Large numbers... *happen for us in couple decades*

    ReplyDelete
  10. aq baru tau kalo Ir.Soekarno pemikirannya sama kayak aq, walaupun pemikiran q sebatas pulau jawa... hahahhhaha...

    ReplyDelete
  11. Seandainya seandainya seandainya.
    yang terjadi ternyata......

    ReplyDelete
  12. jiwa seokano ada pada rakyat nya indonesia terutama di diriku ini pintar sukses , banyak cinta kasih n harta then pahala $-) (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

    ReplyDelete
  13. Saya jd mikir, duitnya siapa yg dipakai buat bangun jalan dan borong pesawat dr uni soviet? Padahal indonesia baru merdeka saat itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Indonesia dikala ituu banyak mepunyai hubungan bilateral. karena banyak tokoh tokoh Indonesia yang pandai berdiplomasi,sob.. salah satunya negara Uni Soviet dan beberapa negara di dataran Arab...baca aja sejarahnya Indonesia...

      Delete
  14. @ MVP shop : ya duit pajak donk, atau mgkn dpt bantuan/pinjaman dr soviet

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pajak dari siapa? Masyarakat indonesia awal2 bahkan g tau cara berdagang..haha
      Ow gt.. jd soviet bantuin gaada motif lain, kl amerika bantu banyak motif lain ya..

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
    3. coba membaca buku-buku sejarah gan, yang jelas bukan buku sejarah yg ada di sekolah (sudah dimanipulasi).
      budayakan suka membaca.

      Delete
  15. Ada yg tahu kevalidan tulisan ini atau buku2 sejarah sumber tulisannya?
    Boleh tahu sumber aslinya? jangan2 cuma ngarang si penulis artikel hehehe CMIIW (pengen belajar serius ttg ini kalau emang bener gan)

    ReplyDelete
  16. Kadang kita juga tidak tau siapa yang paling baik anta sukarno atau soeharto.. rancu!

    ReplyDelete
  17. Referensi tidak jelas, nuansa pengkultusan sangat kuat. PRRI Permesta pecah karena daerah ditinggalkan, Soekarno asik bermegalomania di Jakarta. Inflasi menggila ribuan persen. Soekarno muda adalah pemimpin unggul, bijak dan kuat tapi Soekarno tua segala sesuatu tentang kebalikannya. Hal yang jamak ketika seseorang memegang kekuasaan terlalu lama. Hal yang dipelajari Mandela ketika beliau ringan menolak periode kedua, hal yang dikunci Amerika maksimal 2 periode kepresidenan sejak awal pendiriannya. Soekarno manusia biasa, soekarno tua sebatas megalomania.

    ReplyDelete
  18. Salah satu tulisan TERNGAWUR menyoal Soekarno dan Indonesia. Memang benar bahwa beliau punya visi besar terhadap bangsa dan negara ini..tapi ga seperti yang dituliskan di artikel ini juga. Dasarnya ga jelas, lebih seperti rekaan dan pinter2an imajinasi si penulisnya aja. Pada kenyataannya adalah Soekarno adalah orang yang sangat Jawa Sentris, itu yang mengakibatkan banyak pemberontakan dalam negeri semasa kepemimpinan beliau.

    ReplyDelete
  19. Terus mau ngapain...lha sampai sekarang ni ada taman yg di dinding tamannya terukir teks proklamasi(dari semen dan besar) namun nama Soekarno nya tdk ditulispun tidak ada yg merehabilitasi ataupun melengkapi...dan itu di palangkaraya....Hayooo!!???

    ReplyDelete
  20. SEMUA NUNGGUIN SOEKARNO BERIKUTNYA, KENAPA GA KITA AJA YANG JADI SOEKARNO BERIKUTNYA?

    ReplyDelete
  21. Sedih banget baca nya....

    Mudah2an belum terlambat memperbaiki ini semua....

    ReplyDelete
  22. semua terjadi untuk kebaikan... yup Sukarno visioner Hebat,,, visi nya soal bangsa ini mungkin nggak bakal bisa di tandingi (secara dia founding Father nya).. tapi kalau (kya judul artikel ini) kita bakal jadi negara setengah komunis (itu juga visi beliau untuk bangsa ini) ,,so itu kedengaran bagus karena cuma rencana,,..kita nggak tau implikasi apa dari rencana itu

    ReplyDelete
  23. Seandainya Soekarno Komunis, Buat apa Dia Meng-kudeta Kekuasaan nya Sendiri Lewat G 30 S PKI ? ada yang Bisa Jawab ?

    ReplyDelete
  24. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  25. satu lagi kehebatan sukarno...beliau tidak akan memilih jalan demokrasi sebagai instrumen kehidupan politik di negeri ini...

    ReplyDelete
  26. masa jabatan presiden skrg 5 tahun, maksimal 2 priode
    dalam kurun waktu itu mungkin gak pemimpin kita merealisasikan itu?
    5 tahun sekali ganti kebijakan dan planning, planning yg belum selesai akhirnya hanya jd penghamburan dana yg terus ditinggalkan gitu aja

    ReplyDelete
  27. “Demokrasi muncul dari pemikiran bahwa mereka sama (sederajat) dalam hal apapun, adalah sama dalam segala hal, karena mereka sama-sama bebas, mereka mengklaim untuk menjadi benar-benar sama satu sama lainnya”

    ReplyDelete
  28. Luar biasa jika konsep Soekarno ini dulu jalan, Indonesia tidak akan seperti ini..

    ReplyDelete
  29. Kenapa ga baca biografi soekarno yg ditulis cindy adams? Abis baca, silakan ambil kesimpulan ttg sosok seorang soekarno.

    ReplyDelete
  30. Penjabaran yang amat inspiratif!!!Semoga akademisi kita yang sekarang yang mengaku "PINTAR" dan tau segalanya bisa melihat ini dan mencoba mewujudkan cita-cita luhur Bung Karno

    ReplyDelete
  31. ini sebenarnya ide yang keren.. super sekali.. mungkin penulisnya memang mengkultuskan Soekarno muda kala itu.. aku juga kurang suka saat beliau tua.. pengen jadi presiden selamanya dengan banyak istri tersebar dimana-mana.. tapi yang jelas memang sudah beginilah nasib bangsa kita.. kita adalah bangsa besar yang dijajah oleh berbagai kepentingan.. kala itu komunis jadi raja.. Soekarno berjaya.. Lalu ketika amerika berjaya, Soeharto jadi kaki tangannya..Tak bisa dipungkiri, kesukuan kita amat sangat terasa.. lihat saja sejarahnya.. kerajaan dimana2 dan Belanda berkuasa 350 tahun lamanya.. Jangan heran kalo Soekarno bisa buat pemecahan kekuasaan.. lihat saja latar belakang keluarganya.. plus pendidikannya.. Soeharto yang orang Jawa plus di militer awal karirnya.. wajarlah kalau memimpin dengan cara Jawa mencari kekuasaan mutlak.. harusnya sekarang giliran kita yang menyambung itu semua.. orang papua, kalimantan, sumatra jangan iri dengan orang Jawa.. Kalian itu lebih kaya dari orang Jawa.. lihat saja di Jogja.. orang Kalimantan datang.. harga nasi hik jadi naik menyesuaikan kantong kalian.. tapi lihat juga kerjanya orang Jawa.. mereka banyak yang mau kerja keras kemana saja demi untuk mencari rejeki.. kita harus kuat jadi orang Indonesia.. bukan orang Jawa, Dayak, Sunda, Batak dan sebagainya..luaskan pengetahuan.. jangan cuma cari kenyang plus hiburan ikutan joget-joget ga jelas di tivi.. jangan mau dibodohin, jangan mau dikomporin..cuma bisa berandai-andai dan menyesali keadaan.. mengkritik habis2an.. harus usaha dunk,,

    ReplyDelete
  32. Klo rencana Sukarno ini bisa terwujud, tidak ada lg istilah wilayah tertinggal, karna pembangunan merata di semua pulau. Klo sekrang kasihan rakyat yg di luar pulau jawa, pembangunan hanya fokus di jawa aja, d pulau lain msh banyak sekali potensi sumber daya yg belum dimanfaatkan. Padahal Indonesia adalah negara yg kaya akan sumber daya alam.
    Mudah2an rencana Sukarno ini dapat segera terwujud... Amin

    ReplyDelete
  33. Harus diakui memang pemimpin zaman dulu punya pemikiran yang hebat terlepas bagaimana mereka di akhir masa kepemimpinannya. Terlepas dari kontroversi yang muncul, setidaknya semua punya konsep, Soekarno dengan kemandiriannya, Soeharto dengan "tangan besi"-nya mampu memunculkan ide revolusi hijau dan GBHN-nya. Ketika terjadi gejolak 1998 yang katanya "reformasi" ternyata setelahnya tidak terjadi sesuatu yang spesial dalam kepemimpinan bangsa, malah dikatakan arti reformasi adalah "Bapak turun (baca. Soeharto)". Tidak adanya konsep besar kepemimpinan bangsa seperti Bung Karno atau Pa Harto. Mudah2an 2014 ada pemimpin yang membawa konsep besar untuk kemajuan bangsa ini, bukan cuma retorika, jelas rekam jejaknya bukan karbitan polesan media, semoga ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup... Jangan sampe masyarakat memilih yg "karbitan polesan media" itu....
      Kadang gw miris liat polesan d media lebih parah dr sinetron... Duuh speechless... :-SS

      Delete
  34. Hanya pemikir besar yang berfikir dengan cara seperti Sukarno. Generasi sekarang mungkin memiliki kecerdasan lebih, tapi soal visi, generasi terdahulu jauh lebih brilian!

    ReplyDelete
  35. Saya salah satu pengagum Sukarno, dengan segala keunggulannya Sukarno muda membawa Indonesia merdeka. Tapi jika menyebut kita harus menjalankan RENCANA-RENCANA Sukarno SESUAI TULISAN INI, seharusnya saya melihat Sukarno mendokumentasikan rencana-rencananya tersebut dengan jelas. Seorang visioner tidak hanya bisa melahirkan ide-ide brilian, tetapi bisa memastikan ide-idenya tercatat agar bisa dikerjakan ditahun-tahun mendatang. Nyatanya visi-visi yang dijabarkan hanya terlihat seperti visi praktis yang mungkin hanya cocok dijalankan pada masa tersebut. Akan lain cerita jika Sukarno mendokumentasikan segala visinya dalam bentuk MASTERPLAN PEMBANGUNAN INDONESIA. Berita buruknya, tidak ada dokumentasi semacam itu. Sangat banyak sekali produk-produk briliant yang ditelurkan dimana Sukarno terlibat didalamnya, diantaranya adalah UUD 1945. Beliau memang tidak mem-visi-kan apa yang harus kita kerjakan untuk membangun Indonesia. Tapi beliau memberikan landasan yang luar biasa briliant untuk membangun Indonesia.

    Indonesia membutuhkan waktu 66 tahun sebelum memiliki dokumen visi seperti MASTERPLAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN INDONESIA. Ditelurkan oleh presiden saat ini yang akan berakhir masa jabatan di periodenya yang kedua sebentar lagi 2014 ini.

    Jadi menurut saya, rencana-rencana yang disebutkan dalam tulisan ini, belum tentu applicable dikerjakan pasca keruntuhan kepemimpinan Sukarno.






    ReplyDelete
  36. udah brow...pengagum boleh saja yg penting mah sekarang menyambut masa depan...karya2 kalian ditunggu untuk indonesia. percuma juga mengagumi, mengungkit2 masa lalu kalo skarang masi gtu2 aja..apa yg bisa kalian berikan pada bangsa dan negara....bukan saatnya lagi meminta pada bangsa ini. berilah karya2 terbaikmu....

    ReplyDelete
  37. pemikiran yg luar biasa dari anak bangsa, visi ke depan yang luar biasa hebat. sayang beliau dilengserkan oleh seorang diktator reinkarnasi HItler (Soeharto) dan antek-anteknya melalui MPR. Andai rencana itu terwujud Indonesia tidak akan jadi negara pengimpor abada. luas lahan subur berapa masih impor. tambang emas di kasih cuma-cuma dan masih banyak lain nya

    ReplyDelete